
A. Pengertian Etika dan Etiket
Etika berasal dari bahasa yunani yaitu ethos yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat kebiasaan di mana etika berhubungan erat dengan konsep individu atau kelompok sebagai alat penilai kebenaran atau evaluasi terhadap sesuatu yang telah dilakukan. Dalam bahasa Inggris etika terjemahan dari kata Ethic atau Ethics, yang mempunyai dua pengertian: yaitu: himpunan azaz-azaz moral atau nilai-nilai, etis berkaian dengan prilaku benar atau salah.
Dalam bahasa Indonesia etika adalah: a. penyelidikan filsafat tentang bidang-bidang kewajiban-kewajiban manusia serta tentang aturan-aturan yang baik dan buruk, b. etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan bagaimana manusia harus bertindak, sopan dantun, dengan segala kaidah kehidupan pergaulan dan komunikasi.
Sedangkan Etiket adalah terjemahan dari bahasa Inggris dan bahasa Prancis “Etuquette” yang berarti : persayarat konvensional mengenai perilaku social”. Etiket suatu sikap seperti sopan santun atau aturan lainnya yang mengatur hubungan antara kelompok manusia yang beradab dalam pergaulan. Sedangkan dalam kamus bahasa Indonesia etiket adalah: Aturan sopan santun dalam pergaulan”
Dari pengertian di atas jelaslah bahwa seseorang dapat beretika seadainya mengetahui etiket, karena hal-hal itulah yang nantinya mencerminkan sikap dan perilaku seserang.
B. Pengertian Komunikasi
Secara etimologis (bahasa) kata komunikasi berasal dari bahasa Latin communicatio dengan kata dasar communis yang berarti “sama”. Maksudnya, orang yang menyampaikan dan orang yang menerima mempunyai persepsi yang sama tentang tentang apa yang disampaikan. Kalau yang menyampaikan berkata putih, maka yang menerima juga berpersepsi putih (Djamalul Abidin, 2002:16).
Kata sifatnya comunis artinya bersifat umum atau bersama-sama. Kata kerjanya communicare, artinya berdialog, berunding atau bermusyawarah. (Anwar Arifin, 2002:20).
Menurut kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI), komunikasi adalah perhubungan, misalnya: komunikasi antar dua negara yang bersengketa itu dilakukan pihak ketiga
Sedangkan istilah komunikasi menurut Ensiklopedia Umum, komunikasi (perhubungan) ialah: pengiriman dan penerimaan berita dua orang atau lebih. Bentuk-bentuk dasarnya ialah: tanda-tanda (penglihatan), suara (pendengaran, bahasa)
Sedangkan pengertian komunikasi menurut Leksional komunikasi sebagaimana dikutip Octo Riyato (1995:1) adalah:
1) Proses pengalihan amanat dari sumber ke khalayak dan dari satu tampat ke tampat lain
2) Proses perkembangan makna dlaam akal budi orang melalui amanat
Soal komunikasi adalah merupakan problem yang sangat penting dalam kehiduan dan perkembangan masyarakat, baik pada masyarakat yang masih primitif, masyarakat sedang berkembang maupun masyarakat modern. Oleh sebab itu banyak ahli sosiologi dan ilmu sosial lainnya yang telah menyumbangkan pikiran mengenai gelaja-gejala komunikasi. Lahirlah sejumlah besar definisi yang merumuskannya kadang-kadang berbeda, akan tetapi hampir sama maksud dan tujuannya.
Dibawah ini akan dikemukakan beberapa definisi tentang komunikasi:
1. William Albig dalam bukunya : “public Opinion” menyatakan : Communication is the process of transmiting meaningful symbols between individuals” (komunikasi adalah proses pengoperan lambang-lambang yang berarti antara individu-individu)
2. Noel Gist dalam bukunya : Fundamentals of Sociology” mengemukakan : “When social interaction involves the transmision of meanings through the use of symbols, it is known as communication” (Bilamana interaksi sosial meliputi pengoperan arti-arti dengan jalan menggunakan lambnag-lambang, maka ini dinamakan komunikasi)
3. Carl I. Hoveland dalam bukunya ; “Social Communication” menjelaskan : “Communication is the process by which an individual (the communication) tranmits stimuli (usually verbal symbols) to modifay the behavior of other individuals (communicatee)” (Komunikasi aalah proses dengan mana seorang individu (komunikator) mengoperkan stimuli (biasa lambang kata-kata) untuk merubah tingkah laku individu lainnya (komunikan)
4. Wilbur Scramm dalam uraiannya : How Communication work menyatakan: Communication comes from latin “communis, common”. When we communicate we are trying to share information, an idea, or an attitude… thet the sence of communication is getting the receiver and the sender tuned toether for a particular message” (komunikasi berasalah dari bahasa latin “comunis, common. Bila mana kita mengadakan komunikasi, itu artinya kita mencoba untuk membentuk persamaan dengan orang lain, yakni kita mencoba membagi informasi, ide atau suatu sikap.. jadi esensi dari komunikasi itu adalah menemukan si penerima dan si pengirim dapat melagukan bersama-sama isi pesan yang khusus)
Demikian empat definisi yang dikutip oleh Latief Rousydy (1985:23), dari keempat definisi dapat disimpulkan pengertian komunikasi sebagai berikut:
a. Komunikasi adalah proses pemindahan, sebagaimana dikemukakan oleh William Albig dan Carl I Hoveland dalam definisinya masing-masing. Sementara Wilbur Scramm menekankan tujuannya yaitu: kesemuanya itu pada hakekatnya memperlihatkan dan menekankan kepada adanya suatu proses yang memungkinkan timbulnya persamaan pengertian dalam menanggapi suatu isi pesan.
b. Proses pemindahan tersebut menyangkut suatu subjek yang bergerak dari satu tempat ke tampat yang lain atau dari satu pihak ke pihak yang lain. Subyek tersebut dapat berupa:
1. Lambang yang berarti, menurut Albig
2. Perangsang menurut Carl I. Hovelan
3. Penerangan, ide atau sikap menurut Wilbur Schramm
c. Tujuannya komunikasi adalah
1. Untuk merubah tingkah laku seseorang, menurut Carl I Hovland
2. Untuk membangun kebersamaan, pengertian yang sama tentang isi pesan, seperti yang diungkapkan oleh Wilbur Schramm.
Kesimpulan tersebut di atas masih dapat dipertegas lagi, bahwa proses pengoperan lambang-lambang tersebut adalah inti hakekat dan pengertian komunkiasi. Sedang maksud dan tujuan komunikasi ialah untuk mewujudkan suatu pengertian yang sama antara pihak yang mengoperkan dan pihak yang menerima tentang sesuatu informasi, ide (gagasan), sikap atau isi pesan lainnya. Dan selanjutnya untuk merubah tingkah laku komunikasi, sesuai dengan kehendak komunikator.(Ahmad Zain Sarnoto, 2009:10)
C. Contoh Teknik Komunikasi Yang Baik
- Menggunakan kata dan kalimat yang baik menyesuaikan dengan lingkungan
- Gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh lawan bicara
- Menatap mata lawan bicara dengan lembut
- Memberikan ekspresi wajah yang ramah dan murah senyum
- Gunakan gerakan tubuh / gesture yang sopan dan wajar
- Bertingkah laku yang baik dan ramah terhadap lawan bicara
- Memakai pakaian yang rapi, menutup aurat dan sesuai sikon
- Tidak mudah terpancing emosi lawan bicara
- Menerima segala perbedaan pendapat atau perselisihan yang terjadi
- Mampu menempatkan diri dan menyesuaikan gaya komunikasi sesuai dengan karakteristik lawan bicara.
- Menggunakan volume, nada, intonasi suara serta kecepatan bicara yang baik.
- Menggunakan komunikasi non verbal yang baik sesuai budaya yang berlaku seperti berjabat tangan, merunduk, hormat, ces, cipika cipiki (cium pipi kanan - cium pipi kiri)
D. Etika Dan Etiket Yang Baik Dalam Komunikasi
Berikut di bawah ini adalah beberapa etika dan etiket dalam berkomunikasi antar manusia dalam kehidupan sehari-hari :
1. Jujur tidak berbohong
2. Bersikap Dewasa tidak kekanak-kanakan
3. Lapang dada dalam berkomunikasi
4. Menggunakan panggilan / sebutan orang yang baik
5. Menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien
6. Tidak mudah emosi / emosional
7. Berinisiatif sebagai pembuka dialog
8. Berbahasa yang baik, ramah dan sopan
9. Menggunakan pakaian yang pantas sesuai keadaan
10. Bertingkahlaku yang baik
11. Mempunyai kemampuan empati, yakni kesanggupan untuk dapat merasakan dan mengerti perasaan orang lain.
12. Tahu kapan dan bagaimana bertindak di berbagai macam situasi
E. Etika dalam profesi pendidik/guru
KODE ETIK KEPENTINGANNYA
• Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya • Guru dalam membimbing peserta didik perlu bersifat humanis-demokratik untuk menciptakan situasi pendidikan agar tercipta konformitas internalisasi bagi peserta didiknya.
• Guru perlu mendorong berkembangnya kemampuan yang ada pada diri peserta didik agar peserta didik dapat mengembangkan kedirian dan kemandirianya. Pengembangan kebebasan disertai dengan pertimbangan rasional, perasaan, nilai dan sikap, ketrampilan dan pengalaman diri peserta didik.
• Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagi bahan melakukan bimbingan dan pembinaan • Guru perlu menghadapi anak didiknya secara tepat sesuai dengan sifat-sifat khas yang ditampilkan anak didiknya itu.
• Guru perlu menghadapi anak dengan benar dalam membentuk tingkah laku yang benar.
• Guru harus terhindar dari pemahaman yang salah tentang anak, khususnya mengenai keragaman proses perkembangan anak yang mempengaruhi keragaman kemampuannya dalam belajar.
• Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya PBM • Guru seharusnya memahami perkembangan tingkah laku peserta didiknya. Apabila guru memahami tingkahlaku peserta didik dan perkembangan tingkah laku itu, maka strategi, metode, media pembelajaran dapat dipergunakan secara lebih efektif.
• Tugas yang penting bagi guru dalam melakukan pendekatan kepada peserta didik adalah menjadikan peserta didik mampu mengembangkan keyakinan dan penghargaan terhadap dirinya sendiri, serta membangkitkan kecintaan terhadap belajar secara berangsur-angsur dalam diri peserta didik.
• Sesuai dengan pendapat Prayitno, bahwa pembelajaran harus sesuai konsep HMM (Harkat dan Martabat Manusia). Antara guru dan peserta didik terjalin hubungan yang menimbulkan situasi pendidikan yang dilandasi dua pilar kewibawaan dan kewiyataan. Pengaruh guru terhadap peserta didik didasarkan pada konformitas internalisasi.
• Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran professional • Kejujuran adalah salah satu keteladanan yang harus dijaga guru selain prilaku lain seperti mematuhi peraturan dan moral, berdisiplin, bersusila dan beragama.
• Guru harus menjaga keteladanan agar dapat diterima dan bahkan ditiru oleh peserta didik.
• Menjaga hubungan baik dengan orangtua, murid dan masyarakat sekitar untuk membina peran serta dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan • Guru harus bekerjasama dengan orangtua dan juga lingkungan masyarakat dalam pendidikan. Tanggung jawab pembinaan terhadap peserta didik ada pada sekolah, keluarga, dan masyarakat.
• Hal yang menyangkut kepentingan si anak seyogyanya guru (sekolah) mengajak orangtua dan bahkan lingkungan masyarakat untuk bermusyawarah.

