Tiga pasangan kandidiat presiden telah ditetapkan, berbagai aktifitas pun sudah mulai dilaksanakan oleh masing-masing tim sukses pasangan calon presiden.
pertanyaannya kemudian, mana pasangan capres-cawapres yang bisa mewaliki umat Islam? dari hasil pemilu legislatif lalu, nampak jelas bagaimana kekalahan partai-partai Islam, ini bisa jadi sebuah pertanda bahwa kedepan nasib politik Islam makin suram. terlebih setelah munculnya berbagai kekecewaan beberapa kader partai Islam setelah melihat DPPnya mendukung salah satu calon capres.
fenomena ini hampir mirip dengan pemilu presiden 2004, dimana umat Islam suaranya terpecah dan akhirnya mesin politik partai nasionalislah yang berhasil memenangkan pilpres 2009.
Tentu kita tidak ingin terjebak dalam ranah politik praktis, namun setidaknya kita menyayangkan sikap partai-partai Islam yang kurang bisa mengakomodir kepentingan umat Islam, jika kita perhatikan hampir sebagian besar partai Islam merapat ke Partai Demokrat, dan kita harusnya berkaca diri, selama ini pemerintahan SBY telah terbukti tidak berani membubarkan aliran sesat seperti Ahmadiyah. bagaimana jika nanti terpilih kembali? jangan-jangan akan semakin subur aliran-aliran sesat di indonesia.
menarik komentar yang diberikan oleh presiden salah satu partai "Dakwah" islam Dalam majalah tempo edisi 1-7 juni 2009, " apa kalau istrinya berjilbab lalu masalah ekonomi selesai? apa pendidikan, kesehatan jadi lebih baik? soal selembar selembar kain saja kok dirisaukan?. bagaimana jika pertanyaan itu dilanjutkan sebagai berikut, "Apa kalau capresnya sholat, puasa, zakat dan berhaji lalu masalah ekonomi selesai? apa pendidikan, kesehatan, jadi lebih baik?
Tentu kita tidak ingin terjebak dalam ranah politik praktis, namun setidaknya kita menyayangkan sikap partai-partai Islam yang kurang bisa mengakomodir kepentingan umat Islam, jika kita perhatikan hampir sebagian besar partai Islam merapat ke Partai Demokrat, dan kita harusnya berkaca diri, selama ini pemerintahan SBY telah terbukti tidak berani membubarkan aliran sesat seperti Ahmadiyah. bagaimana jika nanti terpilih kembali? jangan-jangan akan semakin subur aliran-aliran sesat di indonesia.
menarik komentar yang diberikan oleh presiden salah satu partai "Dakwah" islam Dalam majalah tempo edisi 1-7 juni 2009, " apa kalau istrinya berjilbab lalu masalah ekonomi selesai? apa pendidikan, kesehatan jadi lebih baik? soal selembar selembar kain saja kok dirisaukan?. bagaimana jika pertanyaan itu dilanjutkan sebagai berikut, "Apa kalau capresnya sholat, puasa, zakat dan berhaji lalu masalah ekonomi selesai? apa pendidikan, kesehatan, jadi lebih baik?
sama dengan sholat, puasa, zakat dan berhaji, jilbab itu perintah Allah yang tegas di dalam Al-Qur'an. jangan hanya karena membela koalisi, tokoh Islam tega mereduksi perintah jilbab di al-Qur'an jadi "soal selembar kain, jangan heran jika nanti dalam pilpres juli mendatang, banyak dari kaum muslimin yang tidak mau menggunakan hak pilihnya, karena kecewa dengan tokoh-tokoh partai Islam
kita berharap statemen para petinggi partai Islam jangan sampai kebablasan, sehingga bisa menyakiti umat islam, jika hanya karena koalisi dan ujungnya bagi-bagi kursi di Kabinet harus mengorbankan agama? Naudzubillah.
mudah-mudahan presiden kedepan yang terpilih adalah presiden dan wakil presiden yang mau peduli dengan urusan kaum muslimin serta mau membela kepentingan umat Islam yang mayoritas di negara ini. wallahu alam bishowab
kita berharap statemen para petinggi partai Islam jangan sampai kebablasan, sehingga bisa menyakiti umat islam, jika hanya karena koalisi dan ujungnya bagi-bagi kursi di Kabinet harus mengorbankan agama? Naudzubillah.
mudah-mudahan presiden kedepan yang terpilih adalah presiden dan wakil presiden yang mau peduli dengan urusan kaum muslimin serta mau membela kepentingan umat Islam yang mayoritas di negara ini. wallahu alam bishowab

