MEMBANGUN
JIWA OPTIMIS DALAM RAMADHAN MASA PANDEMI
Dr. Ahmad Zain Sarnoto
Realita dalam
kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan hati kita, kadang ada
beda antara apa yang kita inginkan dengan apa yang terjadi, hiruk pikuknya
kehidupan kita akan selalu menghadapi dua hal, yaitu; kebahagiaan/kesuksesan
yang dapat dirasakan oleh orang lain, dan kesedihan/kegagalan yang ditimpakan
kepada yang lainnya. Rasa bahagia dan kecewa tentu adalah bagian bagian tak terpisahkan dari sendi kehdupan manusia.
Hadirnya bulan Ramadan adalah kesempatan
sangat berharga bagi orang yang beriman untuk beribadah demi menggapai
ridha-Nya. Ramadhan menyajikan banyak peluang ibadah, membaca Al-Qur’an,
berdzikir, bersedekah, mendidikan sholat dan ibadah yang lainya, yang tentu
saja puasa itu sendiri adalah ibadah
menu utama bagi kaum mukmin di bulan penuh rahmah ini.
Ramadhan adalah bulan dimana setiap orang
Islam yang beriman, diwajibkan untuk menunaikan ibadah puasa selama sebulan
penuh. Puasa adalah proses pengendalian
diri. Dalil yang mewajibkan ibadah puasa bagi orang yang beriman tertera
dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman,
diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana yang telah diwajibkan atas
orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”
Petikan
ayat di atas jika kita renungi, mengandung makna tersirat secara
linguistik adanya suatu panduan agar orang Islam, yaitu, mengubah dari level
manusia beriman menjadi level manusia bertaqwa. Jika kita kaitkan antara puasa dengan ketaqwaan adalah keduanya
merupakan proses loncatan orang beriman
menuju takwa dalam mendidik jiwa.

Dari bagan diatas
dapat gambarkan bahwa, pembebanan kewajiban berpuasa satu bulan penuh, hanya
diberikan atas orang beriman yang memiliki komitmen dalam menjalankan perintah
agama, puasa pada dasarnya adalah proses pengendalian diri, dari proses
pengendalian diri inilah, orang yang beriman diharapkan memiliki loncatan
menjadi orang bertaqwa yang memiliki integritas (karakter ungguh).
Pertanyaan
berikutnya adalah, bagaimana langkah dalam membangun jiwa optimis ditengah
mewabahnya pandemi covid-19 ini? Setidaknya ada lima langkah, hal yang perlu
dilakukan, sebagaimana gambar berikut:

Dari gambar di atas,
5 (B) minimal langkah yang perlu dilakukan dalam membangun jiwa yang optimis,
yaitu:
1. Berbaik sangka kepada
Allah SWT, semua musibah serta kejadian dibumi (termasuk wabah
covid-19), dan yang menimpa manusia sudah tertulis dalam kitab, sebagaimana
firman Allah dalam surat Al-Hadid ayat 22 , yang artinya: Tiada satu bencanapun yang menimpa bumi
dan (tidak pula) pada dirimu sendiri telah ditulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh)
sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi
Allah (QS. 57:22)
2.
Berusaha selalu memperbaiki diri, dalam proses kehidupan perubahan itu hanya bisa
diraih jika pribadi orang itu mau mengubahnya sendiri, berubah dari kondisi
tidak baik menjadi baik, dari emosional menjadi sabar, dari kufur nikmat
menjadi pribadi bersyukur, dan lainnya. Sebagaimana firman Allah dalam
Al-Qur’an, yang artinya: …Sesungguhnya
Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang
ada pada diri mereka sendiri….. (QS. Ar-Ra’d Ayat 11)
3. Berteman
dengan orang yang sholeh (baik), teman,
sahabat atau komunitas sangat berpengaruh dalam kehidupan kita, terlebih masa
penyebaran pandemi covid-19 ini, kebijakan PSBB sedikit banyak memberikan
dampak kepada kejiwaan, dimana munculnya kesepian, kebosanan dan hal lainya,
maka teman/sahabat berperan memberkan input kepada kita. Teman yang baik
adalah, teman atau sahabat yang selalu hadir memberiberikan motivasi kebaikan
dan mengingatkan kita saat lalai. Allah SWT mengingatkan kita untuk tidak
memilih temen atau sahabat yang tidak baik, sebagai firmanNya, yang artinya: Janganlah
orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali
(teman/sahabat) dengan meninggalkan
orang-orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari
pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang
ditakuti dari mereka. dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya.
dan hanya kepada Allah kembali.” (Surah Ali Imran : 28).
Teman yang baik saat pandemi covid-19
setidaknya saling menguatkan dan memberikan informasi yang membuat optimis
tidak sebaliknya, memberikan input yang negatif.
4.
Berdoa kepada Allah SWT, berdoa bagi kaum muslimin adalah perintah Allah SWT dan bagian dari
ibadah, Allah berfirman, "Berdoalah
kepada-Ku, pasti akan Aku kabulkan" (QS. Al-Mumin : 60). Allah
juga berfirman dalam surat Fathir ayat 15, "Hai manusia, kamulah yang sangat butuh kepada Allah; dan
Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji."
(QS. Fathir: 15).
Berkata
Ibnu Katsir rahimahullah dalam kitab tafsirnya ketika menjelaskan firman Allah
QS. Fathir ayat 15 di atas, "Seluruh makhluk amat butuh pada Allah dalam
setiap aktivitasnya, bahkan dalam diam mereka sekali pun”. dalil lain perintah
berdoa adalah firman Allah dalam Al Quran surat Al Araf ayat 55-56, "Mohonlah (berdoalah) kamu kepada
Tuhanmu dengan cara merendahkan diri dan suara lembut, bahwasannya Allah tidak
menyukai orang-orang yang melampaui batas; dan janganlah kamu berbuat kerusakan
di bumi setelah (Allah)memperbaikinya; dan mohonlah (berdoalah) kamu kepada
Allah dengan rasa takut dan harapan (sangat mengharap); bahwasannya rahmat
Allah itu sangat dekat kepada orang-orang, yang ihsan (orang-orang yang berbuat
baik).". Dalam membangun jiwa optimis berdoa kepada Allah SWT
adalah langkah yang penting.
5.
Bertawakal kepada Allah SWT. Tawakal adalah menyerahkan segala sesuatu
kepada Allah setelah berusaha/berikhtiar dengan sunguh-sungguh. Membangun sikap
tawakal saat pandemic covid-19 ini, sangat penting, dimana kita mengikuti anjuran
pemerintah dan MUI sebagai suatu ikhtiar
menghindari penyebaran covid-19, setelah usaha kita pasrahkan kepada
Allah SWT, maka tawakal adalah ciri dari orang yang beriman, Sebagaimana firman Allah dalam
Al-Qur’an yang artinya: Karena itu
hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal. (Surat Ali
'Imran Ayat 122)
Ramadhan tahun ini sangat istimewa, dimana
penyebaran pandemi covid-19 masih berlangsung, maka diperlukan jiwa-jiwa yang
optimis dalam menghadapi pandemi ini, semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan
memberikan pertolongan kepada kita dari wabah covid-19, dan kita mampu
meningkatkan level beriman menjadi bertaqwa.
Wallahu alam bishowwah
Bekasi, 12 Ramadhan 1441 H/ 5 Mei 2020
(Penulis adalah dosen tetap Program Pascasarjana Institut
PTIQ Jakarta dan Direktur Lembaga Kajian Islam dan Psikologi)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
ahmadzain@ptiq.ac.id, faza.amanah@yahoo.co.id