Selasa, 12 Mei 2020

SEDEKAH SAAT PANDEMI



Ahmad Zain Sarnoto

Dalam kehidupan sehari-hari kata sedekah sudah sangat akrab di telinga kita. Sedekah berasal dari bahasa arab dengan akar kata “shodaqa” yang memiliki tiga huruf, yaitu, shod-dal-qaf  yang berarti sesuatu yang benar atau jujur. Kemudian  kata  shodaqa diserap kedalam bahasa Indonesia menjadi sedekah. Sementara dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sedekah artinya pemberian sesuatu kepada fakir miskin atau yang berhak menerimanya,di luar kewajiban zakat dan zakat fitrah sesuai dengan kemampuan pemberi (derma).( https://kbbi.web.id/)
Jika dimaknai  sedekah dari kata “shodaqa” (benar atau jujur), maka dapat diartikan sedekah dengan mengeluarkan harta yang tidak wajib di jalan Allah, sebagai bukti kejujuran atau kebenaran iman seseorang. Dalam sebuah hadits yang di riwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW menyebut sedekah sebagai burhan (bukti), sebagaimana sabdanya, yang artinya : Dari Abu Malik  Al harits Bin Ashim Al as'ariy ra.. ia berkata: Rasulullah saw bersabda: "Suci adalah sebagian dari iman, membaca alhamdulillah dapat memenuhi timbangan, Subhanallah dan Alhamdulillah dapat memenuhi semua yang ada diantara langit dan bumi, salat adalah cahaya, sedekah itu adalah bukti iman, sabar adalah pelita dan AlQuran untuk berhujjah terhadap yang kamu sukai ataupun terhadap yang tidak kamu sukai. Semua orang pada waktu pagi menjual dirinya, kemudian ada yang membebaskan dirinya dan ada pula yang membinasakan dirinya.” (HR. Muslim).
Makna sedekah tidak hanya  diartikan  dengan mengeluarkan harta yang tidak wajib di jalan Allah, tetapi sedekah dapat diartikan yang lebih luas dengan memberikan pertolongan kepada orang lain yang membutuhkan dengan tenaga dan pikirannya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang di riwayatkan oleh Imam Muslim Dari Abu Dzar radhiallahu 'anhu : Sesungguhnya sebagian dari para sahabat berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya lebih banyak mendapat pahala, mereka mengerjakan shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bershadaqah dengan kelebihan harta mereka”. Nabi bersabda : “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kamu sesuatu untuk bershadaqah? Sesungguhnya tiap-tiap tasbih adalah shadaqah, tiap-tiap tahmid adalah shadaqah, tiap-tiap tahlil adalah shadaqah, menyuruh kepada kebaikan adalah shadaqah, mencegah kemungkaran adalah shadaqah dan persetubuhan salah seorang di antara kamu (dengan istrinya) adalah shadaqah“. Mereka bertanya : “ Wahai Rasulullah, apakah (jika) salah seorang di antara kami memenuhi syahwatnya, ia mendapat pahala?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab : “Tahukah engkau jika seseorang memenuhi syahwatnya pada yang haram, dia berdosa, demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, ia mendapat pahala”. (HR. Muslim)
Jika dimaknai dari hadits di atas dalam konteks ke-Indonesia-an, sedekah adalah bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan terimplementasikan  dengan sifat kepedulian, baik dengan harta yang dimiliki untuk membantu meringankan beban hidup  masyarakat yang terdampak pandemi covid-19, maupun sumbangan berupa ide, tenaga dan pikiran dalam membantu mencarikan solusi memhadapi pandemi covid-19 ini.
Begitu mulianya para dermawan atau pemberi sedekah dalam Al-Qur’an, Allah SWT menjanjikan pahala berlipat, sebagaimana firman-Nya yang  Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pahalanya) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al-Hadid: 18)
Dalam ayat lain Allah SWT akan melipat gandakan pahala orang-orang yang bersedekah karena Allah, sebagaimana firmanNya dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 261, yang artinya: “Perumpamaan orang-orang yang mendermakan (shodaqoh) harta bendanya di jalan Allah, seperti (orang yang menanam) sebutir biji yang menumbuhkan tujuh untai dan tiap-tiap untai terdapat seratus biji dan Allah melipat gandakan (balasan) kepada orang yang dikehendaki, dan Allah Maha Luas (anugrahNya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 2: 261)
Ramadhan telah memasuki fase sepuluh hari terakhir, maka momentum setiap muslim untuk memacu adrenalin bersedekah di paruh terakhir ramadhan yang mulia ini. Karena ramadhan tahun ini sangat “istimewa” dalam suasa penyebaran pandemi covid-19, semoga kita dapat ambil bagian bersedekah baik dengan harta, pikiran, tenaga dan kepedulian kepada keluarga dan lingkungan.

Wallahu ‘alam bishowah
Bekasi, 20 Ramadhan 1441 H/13 Mei 2020
(Dosen Tetap Pascasarjana Institut PTIQ Jakarta dan Direktur Lembaga Kajian Islam dan Psikologi (eLKIP)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ahmadzain@ptiq.ac.id, faza.amanah@yahoo.co.id

ahmad zain sarnoto

raih prestasi dalam ridho illahi

teruslah bergerak agar langkah ini makin maju dalam naungan Allah ta'ala

Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
saya seorang dosen dan konsultan di Faza Amanah MEC sekaligus sebagai direkturnya, alumni program Doktor manajemen pendidikan (ilmu pendidikan) pada salah satu kampus di bandung, suka dialog tentang keagamaan, pendidikan dan psikologi